Pertambahan penduduk yang terus meningkat menyebabkan pola konsumsi manusia juga meningkat yang menghasilkan sampah sebagai buangan hasil aktivitas manusia. Lingkungan yang kotor dan pencemaran limbah dapat berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan, salah satunya dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dikarenakan kejadian DBD erat kaitannya dengan faktor lingkungan yang menyebabkan tersedianya tempat perkembangbiakan (breeding place) vektor nyamuk Aedes aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat dan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R serta melihat perbedaan wilayah berdasarkan Kelurahan Berseri dan Non Berseri terhadap penyakit demam berdarah. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancang bangun cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Kader Surabaya Hebat (KSH) Kelurahan Gunung Anyar dan Gunung Anyar Tambak dengan total populasi 366 orang. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu stratified random sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 193 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS), dan Multigroup Analysis – Partial Least Square (MGA-PLS). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara partisipasi masyarakat (p=0,029) dan penerapan 3R (p=0,042) terhadap kasus demam berdarah. Sedangkan hasil multigroup analysis, menunjukkan pengaruh partisipasi masyarakat dan penerapan 3R terhadap penyakit demam berdarah pada Kelurahan Berseri dan Non Berseri tidak ada perbedaan atau dapat dikatakan pengaruh antara variabel eksogen terhadap endogen tidak dimoderasi oleh Program Kelurahan Berseri. Disarankan kader jumantik lebih aktif melakukan PSN 3M serta meningkatkan kegaitan pengelolaan sampah pada wilayah Non Berseri sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah.
Copyrights © 2023