Penelitianini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing(MPIT) dan model pembelajaran langsung (MPL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik ditinjau dari kemandirian belajar siswa yang terbagi dalam dua kategori yaitu tinggi dan rendah. PenelitianinimerupakanQuasi eksperimental design denganmenggunakanposttest-only control design.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kendari pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 yang terdistribusi dalam 8 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknikpengambilansimple random sampling, kemudian untuk memilih kelas eksperimen dan kelaskontrol menggunakan teknik random class. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMA Negeri 1 Kendari tergolong sedang dengan rata – rata KPMM siswa yang diajar dengan MPIT sebesar 64,31 dan rata – rata KPMM siswa yang diajar dengan MPL sebesar 60,93. Secara signifikan KPMM siswa yang diajar dengan MPIT lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan MPIT. Dengan kata lain terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan MPIT dan MPL terhadap KPMM siswa(P˗value=0.025); (2) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan MPIT dan MPL terhadap KPMM baik ditinjau dari kemandirian belajar tinggi (P˗value= 0.234) maupun ditinjau dari kemandirian belajar rendah(P˗value= 0.191). (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan baik MPIT (P˗value= 0.886) maupun MPL (P˗value= 0.777) terhadap KPMM ditinjau dari kemandirian belajar tinggi dan rendah; (4) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran Inquiry terbimbing dan model pembelajaran langsung terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik ditinjau dari kemandirian belajar siswa (Sig.= 0.001
Copyrights © 2023