Penggunaan cat warna Bali sebagai bahan pelukisan wayang kamasan saat ini dapat terbilang jarang. Hanya ada beberapa koleksi lukisan kuno yang secara keseluruhan masih mempergunakan pewarna alami, selebihnya merupakan kombinasi antara pewarna alami dan pewarna modern. Cat pewarna Bali merupakan sebuah warisan budaya yang menjadi bukti sebuah peradaban perkembangan seni rupa Bali di masa lampau yang patut dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan warna tradisional Bali dalam pewarnaan lukisan wayang kamasan. Analisis meliputi bahan baku pewarna, proses pembuatan warna, proses tahapan dalam pewarnaan lukisan, serta perbedaan lukisan wayang kamasan dengan penggunaan warna tradisional Bali dan warna pabrik/modern. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian mengungkapkan bahan baku pewarna yang digunakan dalam pewarnaan lukisan wayang kamasan adalah batu pere, kencu, daun taum, dan mangsi. Proses pembuatan warna dilakukan dengan mencampur bahan baku dengan menggunakan perekat warna yang terbuat dari lem mutiara, setelah cat pewarna jadi barulah dilakukan proses tahapan pewarnaan sesuai dengan pakem/aturan khusus. Perbedaan lukisan wayang kamasan dengan penggunaan warna tradisional Bali dan warna pabrik/modern meliputi visual warna, masa awet warna, kualitas lukisan, dan tingkat pemeliharaan lukisan.
Copyrights © 2023