Keberadaan mite tidak terlepas dari masyarakat Indonesia. Salah satunya, di Desa Panceng Kabupaten Gresik yang dikenal sebagai Desa yang sakral. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai bentuk, fungsi, dan makna mite Sunan Kalijaga yang hidup di masyarakat Gunung Surowiti Kabupaten Gresik. Untuk menjawab permasalahan tentang bentuk mite, peneliti menggunakan teori sakral dan profane dari pemikiran Mircea Eliade, untuk memecahkan permasalahan tentang fungsi, peneliti menggunakan konsep fungsi mite dari pemikiran Umar Yunus, dan untuk menjawab permasalahan makna, peneliti menggunakan teori makna mite perspektif emik dan etik dari pemikiran Kenneth Pike. Penelitian dikaji dengan menggunakan pendekatan etnografi yang menjadikan peneliti berbaur dengan kehidupan masyarakat untuk mengumpulkan data. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara terhadap tiga informan, penyebaran dan pengisian angket oleh dua puluh warga lokal, observasi, dan telaah dokumen. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mite Sunan Kalijaga yang hidup di masyarakat Gunung Surowiti Kabupaten Gresik merupakan bentuk mite makhluk Illahi. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek pendukung cerita yang mengarahkan pada kepercayaan masyarakat Surowiti terhadap sosok manusia suci atau makhluk Illahi yaitu Sunan Kalijaga. Mite tersebut memiliki berbagai fungsi, seperti fungsi pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya. Mite Sunan Kalijaga bagi masyarakat Surowiti diartikan sebagai cerita kepercayaan masyarakat yang sakral dan berpengaruh dalam kehidupan mereka, sedangkan bagi peneliti mite Sunan Kalijaga dijadikan alat masyarakat dalam menjelaskan posisi penting dari desa mereka dalam proses penyebaran agama Islam.
Copyrights © 2022