Cliff Petrus Pulingkareng, Afifah Kusumadara, Yenny Eta Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: cliff_99@student.ub.ac.id Abstrak Pada penelitian ini, penulis mengangkat isu Penggunaan suatu karya cipta sebagai input untuk melatih teknologi kecerdasan buatan, seperti algoritma Generative Adversarial Networks (GANs), dengan tujuan menghasilkan data baru harus mematuhi ketentuan untuk tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta dan pemegang hak cipta, sebagaimana diatur dalam pasal 44 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Namun, kepentingan yang wajar sendiri masih belum jelas terkait tolak ukur atau batasannya dalam Undang-Undang Hak Cipta. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan perbandingan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier serta dianalisis menggunakan metode interpretasi gramatikal dan interpretasi perbandingan hukum. Hasil penelitian ini, Kepentingan yang wajar sendiri mengacu pada setiap kemungkinan yang dapat dibayangkan untuk memperoleh nilai ekonomi dari hak eksklusif yang diberikan oleh hak cipta kepada pemegangnya. Penggunaan karya cipta oleh teknologi AI seperti GANs saat ini dipandang dapat mengancam pasar dan hak ekonomi dari para pencipta. Sehingga, perlu adanya keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan kepentingan publik untuk penggunaan karya ciptaan di era internet dan kecerdasan buatan. Pemberlakuan sistem lisensi wajib penggunaan karya cipta untuk pelatihan algoritma GANs perlu diterapkan agar tercipta keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan kepentingan pengembangan algoritma GANs. Kata Kunci: generative adversarial networks, kepentingan yang wajar, hak cipta Abstract This research aims to investigate the use of a creation as input to train artificial intelligence such as algorithm of Generative Adversarial Networks (GANs) aiming to produce new data, and this must comply with the provision ensuring that nothing harms the principle of fair use on the side of creators and copyright holders as in line with Article 44 paragraph 1 letter (a) of Law Number 28 of 2014 concerning Copyright. However, the principle of fair use is not clear when it is related to the standard and scope of Copyright Law. This research employed a normative method and statutory, conceptual, and comparative approaches. The legal data consisted of primary, secondary, and tertiary data, analyzed using grammatical and comparative interpretation. The research reveals that fair use refers to the possibility that can be imagined to gain economic benefits and exclusive rights released by the copyright to its holder. The use of creation by AI technology such as GANs is deemed to be a threat to the markets and the economic rights of the creator. Therefore, harmony between the protection of copyright and the public interest of the creation user in this Internet era and artificial intelligence needs to be taken into account. Moreover, there should also be licensing systems imposed on the creation of algorithm GANs training to support the harmony between the protection of copyright and the interest in the development of GANs algorithm. Keywords: generative adversarial networks, fair use, copyright
Copyrights © 2023