Akbar Ferynando Sectio, Yuliati, Ranitya Ganindha Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: akbarferynando@student.ub.ac.id Abstrak Terdapat gap antara dinkes dengan para pedagang pasar oro oro dowo dalam hal pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode sosio legal yang diperoleh melalui wawancara dengan metode pendekatan fakta. Data yang diperoleh oleh penulis dari hasil wawancara akan dianalisis dengan menggunakan Teknik deskriptif analitis yaitu menganalisis data dengan memberikan gambaran terhadap permasalahan yang diperoleh dari observasi lapangan atau hasil wawancara di lapangan lalu dikaitkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi perlindungan konsumen di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang terhadap keamanan pangan atas UMKM Pangan Olahan Siap Saji menurut peraturan perundang-undangan Indonesia di bidang keamanan pangan tidak berhasil dalam penegakan hukumnya yang disebabkan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Malang ada beberapa kewenangan yang belum terlaksana, namun sebagian juga ada yang dilaksanakan kewenangan yang menjadi amanah dari pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan. Kemudian terhadap fungsi pengawasan dalam mewujudkan perlindungan kepada konsumen atas jaminan keamanan pangan dalam UMKM Pangan Olahan Siap Saji di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang terdapat 5 komponen penting diantaranya peraturan perundang-undangan, masyarakat, institusi, pelaku usaha, jejaring laboratorium pangan Indonesia. Kata Kunci: pasar oro oro dowo, keamanan pangan, UMKM Abstract There has been disharmony in terms of supervision conducted by the Health Agency of Malang City and traders operating in Oro Oro Dowo market. This research employed socio-legal methods that required data obtained from interviews and a factual approach. The data from interviews were analyzed using a descriptive-analysis technique by delineating the ongoing issue observed or gained from the results of interviews. This description was further linked to the current legislation. The research results reveal that the law enforcement to help implement consumer protection in Oro Oro Dowo market in the city over food security for the MSMEs selling processed food is not efficient simply because some authorities in the Health Agency do not function properly, but other forms of authority have taken place as mandated under Article 2 of Government Regulation Number 86 of 2019 concerning Food Security. In terms of supervisory functions to give protection to consumers to guarantee food security within the scope of MSMEs in the matter mentioned above, there are five vital components such as legislation, public, institutions, businesses, and food laboratory networks in Indonesia. Keywords: oro oro dowo market, food security, MSMEs
Copyrights © 2023