Muhammad Royan Pasuna Salim, Fines Fatimah, Solehuddin Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: royanpasuna@student.ub.ac.id Abstrak Ketidaksesuaian antara aturan hukum yang berlaku dengan implementasi pada penegakan hukum terkait tindak pidana penganiayaan hewan di Kota Surabaya yang mana dala hal ini pihak kepolisian melakukan Langkah damai atau keadilan restoratif terhadap pelaku penganiayaan hewan. Sesuai dengan pedoman keadilan restoratif yang dikeluarkan oleh Mahkamah agung sudah jelas dikatakan bahwa keadilan restoratif hanya dapat dilakukan terhadap tindak pidana ringan yang hukuman maksimalnya yaitu tiga bula penjara sedangkan tindak pidana penganiayaan hewan yang mengakibatkan kematian hukuman maksimalnya yaitu Sembilan bulan. Pada penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan tentang ketidaksesuain antara das sollen dan das sein yang menyebabkan tidak tercapainya implementasi yang sesuai dengan aturan dan pedoman penerapan yang berlaku. Metode Penelitian yang digunakan adalah Yuridis Empiris, dengan Pendekatan Yuridis sosiologis. Kemudian diperoleh hasil dari penelitian ini bahwa apabila tindak pidana penganiayaan hewan dilakukan dan hewan yang menjadi korban mati maka tindak pidana tersebut tidak dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana ringan dan tidak dapat dilakuka Langkah keadilan restoratif dan harus ditindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Kata Kunci: keadilan restoratif, das sollen, das sein Abstract There has been disharmony between the current law and the enforcement of the law over the case of animal abuse in Surabaya City, where the Sub-Regional Police Department of Surabaya took reconciliation or restorative justice for this case. On the contrary, the guidelines of restorative justice assert that restorative is only applicable for a mild case with only three-month imprisonment, while the case of this animal abuse involved nine-month imprisonment. Departing from this issue, this research focuses on the disharmony between das sollen and das sein, raising the irrelevance between the implementation and the current rules and guidelines. This research employed empirical-juridical methods and socio-juridical approaches, revealing that animal abuse causing the death of the animal cannot be categorized as a mild case. Therefore, restorative justice cannot be considered and this case must refer to the current law. Keywords: restorative justice, das sollen, das sein
Copyrights © 2023