Pendahuluan: Anak usia prasekolah sangat penting dalam tahap perkembanganya khususnya dalam aspek sosialisasi. Perkembangan sosialisasi anak cenderung memiliki perilaku secara norformatif, seperti anak yang terisolasi, penakut, agresif, dan bergantung kepada orang lain Keterlambatan perkembangan anak dalam aspek sosial dapat menunjukkan masalah dalam berinteraksi dengan teman sebayanya karena sikap pasif dan ketidakpedulian mereka dalam menanggapi upaya teman sebayanya melalui interaksi Bermain peran merupakan bentuk bermain aktif anak-anak melalui perilaku dan bahasa yang jelas, berhubungan dengan situasi, sehingga anak dapat mengembangkan sosialisasi. Tujuan: menganalisis pengaruh terapi bermain dengan kemampuan sosialisasi Anak di pendidikan PAUD Desa Sidorejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini adalah quasy eksperimental, dengan mengambil jenis “one group pretest-posttest. Jumlah responden adalah 60 responden. Instrumen untuk mengukur kemampuan sosialisasi menggunakan cheklist. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon dengan p<0.05. Hasil : Kemampuan sosialisasi anak PAUD sebelum dilakukan bermain peran hampir sebagian responden dalam ketegori kurang yaitu 21,7%, baik yaitu ada 48,3%, sangat baik 30%, sementara kemampuan sosialisasi anak setelah dilakukan bermain peran mengalami peningkatan yaitu ketegori baik 18,3 % dan sangat baik 81, 7%. Analisis statistik uji Wilcoxon didapatkan p: 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh bermain peran terhadap kemampuan sosialisasi anak PAUD YBPK Sidorejo Kecamatan Pare Kata Kunci: Bermain Peran, Kemampuan Sosialisasi, PAUD
Copyrights © 2023