Setiap musim kemarau pada lahan pertanian di Wilayah Binong mengalami kekeringan sehingga harus mengambil air menggunakan pompa air yang di gerakan menggunakan mesin diesel yang berbahan bakar bio-solar. Pada saat ini penggunaan bio-solar dibatasi sehingga para petani sering kesulitan untuk mendapatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis PLTS sebagai alternatif pengganti bahan bakar bio-solar serta menghitung kelayakan PLTS secara ekonomi. Adapun metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan wawancara serta observasi secara langsung di lokasi serta menghitung menggunakan persamaan yang telah ada sebelumnya. Pada analisis ini dapat disimpulkan proyek ini tidak layak secara investasi Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu dengan kebutuhan daya pompa air sebesar 2.400watt kita memerlukan 10pcs panel surya monocrystaline 530wp, baterai lifepo4 48v 100A sebanyak 4pcs, SCC atau MPPT dengan kapasitas 100A, inverter dengan kapasitas 5kw dengan total investasi awal sebesar Rp. 121.088.187 dan total untuk biaya siklus hidup (LCC) sebesar Rp. 400.186.820 dengan Cost of Energy Rp.1.477,12/kwh serta mendapatkan NPV sebesar Rp. 150.220.935,72 dan arus kas bersih atau DPP terjadi ditahun ke 4.
Copyrights © 2023