Kanker serviks adalah kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita di Negara berkembang, dimana sebanyak tiga perempat dari estimasi setengah juta kasus baru terjadi setiap tahun. Kematian akibat kanker serviks akan terus meningkat dalam 10 tahun ke depan jika tidak dilakukan tindakan dan pengobatan yang memadai. Kanker serviks dapat dicegah melalui deteksi dini salah satunya dengan metode IVA, namun persentase cakupan deteksi dini kanker serviks (IVA) masih rendah dari rencana Kementrian Kesehatan. Mengetahui faktor[1]faktor yang mempengaruhi kesiapan wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA di Jelutung. Kuantitatif deksriptif dengan desain cross sectional. Sampel adalah WUS yang sudah menikah, berjumlah 100 orang, diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara pendidikan (p-value 0,090 > 0,05) dan pekerjaan (p-value 0,416 > 0,05) dengan kesiapan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Jelutung. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,000 < 0,05) dan dukungan suami (p-value 0,000 < 0,05) dengan kesiapan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di Jelutung. Kesimpulan: Pengetahuan dan dukungan suami memiliki hubungan dengan kesiapan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Jelutung.
Copyrights © 2021