Perilaku masyarakat terhadap pemusnahan obat kadaluwarsa dan tidak terpakai adalah hal yang penting untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Dari pengambilan data sebelumnya pada 100 responden di kelurahan Wonokromo diperoleh hasil 13% memiliki pengetahuan yang baik, 36% cukup baik dan 51% kurang baik. Berdasarkan hasil tersebut maka perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan obat rusak dan kadaluwarsa di masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi pada warga kecamatan wonokromo. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah para kader di masing-masing RT kecamatan wonokromo. Sesudah pemamaparan materi para kader ini diberikan kuisioner untuk melihat tingkat pengetahuannya mengenai pengelolaan obat rusak dan kadaluwarsa. Dari hasil kuisioner setelah pemaparan materi didapatkan hasil bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 1 orang (5,26%), pengetahuan cukup baik sebanyak 11 orang (57,89%), dan pengetahuan kurang baik sebanyak 7 orang (36,85%). Dari data tersebut masih ada 7 kader yang memiliki pengetahuan yang kurang baik. Pengetahuan yang kurang baik ini dapat menyulitkan responden dalam melakukan pengelolaan obat yang tepat sehingga dapat menimbulkan kesalahan dalam menyimpan dan pemusnahan obat tersebut. Oleh karena itu para kader tersebut tetap membutuhkan pendampingan dalam proses penyampaiannya kepada warga
Copyrights © 2023