Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan potensi ekspor produk olahan kakao dengan kode HS 1806 Indonesia di sembilan negara-negara Timur Tengah. Metode yang digunakan adalah RSCA, EPD, dan X-Model Potential Export Products pada data sekunder periode 2011–2021. Rata-rata nilai indeks RSCA menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing di negara Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Akan tetapi, produk olahan Indonesia tersebut kurang kompetitif di negara Arab Saudi, Iran, Kuwait, Oman, Qatar, dan Yordania. Hasil Analisis EPD mengindikasikan Indonesia berada pada posisi Rising Star pada negara Oman, Qatar, dan Yordania, posisi Lost Opportunity di negara Bahrain dan Yaman, posisi Falling Star di negara Arab Saudi, serta posisi Retreat di negara Iran, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Berdasarkan analisis X-Model, Indonesia masih mempunyai potensi mengembangkan pasar ekspornya di negara Bahrain, Yaman, Oman, Qatar, dan Yordania. Indikasi pengembangan pasar ekspor kurang potensial ditunjukkan di negara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pasar negara Iran dan Kuwait tidak menunjukkan potensi untuk dijadikan pengembangan ekspor.
Copyrights © 2023