Dalam menerjemahkan dialog film berbahasa Inggris kedalam Bahasa Indonesia memiliki batasan dan tantangan tertentu kepada sang penerjemah. Hal ini terkait dengan perbedaan nilai moral antara Indonesia dengan negara sumber. Selain itu, kesulitan menerjemahkan kata-kata kotor sama dengan menerjemahkan lelucon, keduanya sulit untuk diterjemahkan dengan menghasilkan efek yang sama antara bahasa sumber dengan bahasa sasaran karena banyak hal yang tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Karya Ilmiah ini bertujuan untuk membahas metode yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan kata-kata kotor ke dalam Bahasa Indonesia. Teori Vinay dan Darbelnet (1995) beserta Koponen (2010) digunakan untuk menentukan tingkat akurasi penerjemahan dengan cara membandingkan teks sumber dengan teks sasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dialog diterjemahkan dengan mayoritas nada bicara relatif menjadi lebih lembut dan relatif sopan sehingga sasaran audiens menjadi lebih luas. Saran untuk penerjemah adalah memperhatikan jenis tayangan yang akan diterjemahkan agar dapat mempertahankan ekspresi dan emosi pada film yang diterjemahkan.
Copyrights © 2023