Matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang menjadi momok bagi siswa. Salah satu alasannya karena siswa merasa matematika tidak terkait dengan kehidupan sehari-hari. Padahal matematika telah diterapkan sejak lama dalam kebudayaan. Keterkaitan antara budaya masyarakat dan matematika dikenal dengan istilah etnomatematika. Salah satu budaya Indonesia yang erat kaitannya dengan matematika adalah batik. Dalam batik, terdapat pola-pola yang simetris dan berulang, sesuai dengan transformasi geometri. Subjek pada penelitian ini adalah motif Batik Saho Balikpapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi geometri pada motif Batik Saho. Objek penelitian ini adalah transformasi geometri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data penelitian adalah pemilik, pengelola, dan pengrajin Batik Saho. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama, sedangkan panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai instrumen pendukung. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan dari tujuh motif batik yang diobservasi, mampu memberikan contoh untuk empat macam transformasi geometri, yaitu translasi (pergeseran) ada 4 atau 44%, refleksi (pencerminan) ada 3 atau 33%, rotasi (perputaran) ada 1 atau 11%, dan dilatasi (perbesaran/pengecilan) ada 1 atau 11%. Penelitian ini memberikan contoh pemanfaatan matematika dalam kebudayaan masyarakat sehingga siswa mendapat gambaran bahwa matematika itu dekat dengan kehidupan kita.
Copyrights © 2023