Latar belakang: Budaya 5R digunakan untuk mengatur kondisi dari tempat kerja dengan harapan akan memberikan pengaruh pada efektifitas dan efisiensi kerja, meningkatkan produktifitas pekerja dan meningkatkan keselamatan kerja di perusahaan. Budaya 5R merupakan salah satu upaya untuk mencegah kecelakaan kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan diantara variabel ketersediaan fasilitas 5R dengan variabel perilaku 5R pekerja pada PT X yakni perusahaan industri manufaktur di Kota Surabaya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan kusioner dan indepth interview ialah desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Sampel didalam penelitian ini memiliki jumlah sebanyak 41 responden. Penentuan sampel memakai probability sampling. Data dianalisis secara univariat serta bivariat yang dilaksanakan melalui dua variabel yang dianggap berhubungan atau memiliki korelasi. Hasil: Distribusi responden berdasarkan ketersediaan fasilitas 5R menunjukan bahwa ketersediaan fasilitas 5R memadai sebanyak 24 responden, sedangkan 17 responden menganggap ketersediaan fasilitas 5R yang kurang memadai sebanyak 17 responden. Distribusi responden berdasarkan perilaku 5R pekerja yang baik sebanyak 21 responden, sedangkan 20 responden lainnya menganggap perilaku 5R pekerja masih kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya korelasi diantara variabel ketersediaan fasilitas 5R dengan perilaku 5R pekerja (0,019 <0,050) Kesimpulan: Ketersediaan fasilitas penunjang 5R memiliki hubungan dengan perilaku 5R pekerja. Kedepannya perusahaan dapat memberikan dukungan untuk pemenuhan fasilitas penunjang 5R dan memberikan program terkait 5R untuk memaksimalkan perilaku 5R pekerja menjadi lebih baik.
Copyrights © 2023