Surakarta termasuk kawasan dataran rendah yang berpotensi memilikidampak bencana banjir.bencana banjir juga makin berpotensi denganbanyaknya sungai yang melintas di tengah kota Salah satu wilayahdengan kerawanan tinggi terkena banjir adalah kampung sewu.Kampung sewu merupakan wilayah padat pemukiman dengan tingkatkemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah tak ayal membuatmasyarakat belum memiliki pengetahuan bagaimana cara mengelolabantaran sungai agar layak dijadikan sebagai wilayah permukiman.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan kegiatan komunikasipersuasif Tim Sibat Kampung sewu dan perannya di dalam meningkatkansikap kesiapsiagaan masyarakat Bantaran kampung sewu menghadapibencana banjir.Metode dalam penelitian ini menggunakankualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metodepurposive sampling. Pihak yang diwawancarai adalah ketua Tim SibatSewu, tokoh masyarakat dan warga Rw 002 yang berada di sekitarbantaran sungai. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian inimenggunakan data primer berupa wawancara yang selanjutnya diolahsecara deskriptif untuk menjabarkan kegiatan komunikasi persuasifdan perubahan sikap yang dilakukan oleh Tim SIBAT SEWU gunameningkatkan kesiapsiagaan pra bencana. Hasil dari penelitian TimSIBAT SEWU telah melakukan berbagai kegiatan pelatihan,mitigasipra bencana,dan kegiatan pemberdayaan masyarakat Hasil dariberbagi kegiatan tersebut telah merubah sikap masyarakat mulai darikognitif, afektif, dan konatif sehingga masyarakat telah memilikikesiap-siagaan untuk menghadapi banjir di sekitar bantaran sungaiBengawan Solo.
Copyrights © 2018