Pengelolaan kaki diabetes (KD) sudah dimulai saat seseorangdinyatakan atau didiagnosis diabetes melitus meski belum timbulluka, yang disebut dengan deteksi dini. Luka KD sebagai kelainanyang terjadi pada pasien diabetes karena adanya gangguanpembuluh darah kaki, gangguan persarafan, dan adanya infeksiakibat daya tahan tubuh yang menurun. Masalah tersebut dapatmenimbulkan masalah kaki seperti kapalan (callus), kulit kaki retak(fissure) dan radang ibu jari kaki. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui deteksi dini kaki diabetetisi non ulkus yang mengikutiprogram pengelolaan penyakit kronis (Pronalis) di PuskesmasKabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilakukan di PuskesmasKabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini adalah deskriptifdengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Jumlah sampel143 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan accidentalsampling. Analisa data menggunakan univariat. Hasil penelitianmenunjukan bahwa sebagian besar responden mengalami kulitkering bersisik, tumit pecah-pecah, bulu rambut kaki menipis danterdapat kalus pada kaki responden. Hasil penelitian ini sebagaimasukan tenaga kesehatan kususnya perawat dalam upaya deteksidini dan pencegahan kaki diabetik.
Copyrights © 2018