Latar belakang: Penelitian sebelumnya didapatkan dua jenis daerah otak yang terlibat dalam sholat yakni pro tugas dan kontra tugas. Hasil ini perlu ditindaklanjuti untuk mendapatkan model pengukuran yang dapat mengkuantifikasi tingkat kekhusyukan seseorang ketika sholat dengan menggunakan pendekatan studi elektrofisiologi. Selanjutnya model kuantifikasi ini dapat digunakan untuk memberikan umpan balik tentang kualitas khusyuk sholat, dan memberikan peluang identifikasi faktor determinan kesehatan dari aktivitas sholat dengan berbasis studi elektrofisiologi. Tujuan: Mendapatkan model pengukuran kekhusyukan sholat berbasis pemeriksaan elektrofisiologi Metoda: Pengukuran amplitudo gelombang alfa diukur pada saat basal selama dua menit dan pada saat melakukan sholat. Elektroensefalogram direkam secara kontinu dengan alat EEG Natus Neurologi TM (Canada), 20 elektroda (sistem 10 – 20) dari Ag/AgCl dengan impedance 5 kilo Ohm, data didapat dengan software XLtek, filter 1 – 70 Hz, sensitifitas 7 mikro volt/mm, rentang power 0 – 196 mikro volt. Dipilih hasil rekaman yang bebas artefak untuk kemudian dianalisis. Pelaporan dengan menggunakan pendekatan event related desynchronization / event related resynchronization dari amplitudo gelombang alfa. Hasil dan Kesimpulan: Secara umum didapatkan ERD tertinggi saat takbir, kemudian menurun sepanjang sholat. ERD kontra tugas didapatkan meningkat setelah momen takbir. Terdapat perbedaan pola ERD pada dua subyek penelitian. Pola pertama, tinggi, kemudian naik dan selanjutnya turun landai. Pola kedua, saat takbir tinggi, kemudian turun curam dan kemudian melandai.
Copyrights © 2018