Tanaman jagung merupakan tanaman yang tahan terhadap cekaman air. Di Kecamatan Kemusu tanaman jagung ditanam pada sawah tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan untuk pengairannya. Pada musim kemarau tidak ada suplai air sehingga perlu untuk mengetahui kebutuhan air untuk tanaman jagung dan pola tanam yang baik sehingga kebutuhan air tanaman jagung dapat terpenuhi. Kebutuhan air tanaman jagung dipengaruhi oleh iklim, curah hujan, kadar lengas tanah dan karakteristik tanaman tersebut. Obyek penelitian ini adalah tanaman jagung dengan metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dengan dibantu aplikasi Cropwat 8.0 untuk menentukan laju evapotranspirasi standar, kebutuhan air tanaman dan pengaturan irigasi tanaman. Penganalisisan data didasarkan pada tiap jenis tanah karena tanah mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan tanaman jagung. Ketersediaan air di Kecamatan Kemusu periode tanam Maret – Agustus cukup bahkan surplus. Pada tanah grumusol Bulan Maret – April merupakan bulan yang sedikit rawan karena menurunnya kelembaban tanah hingga posisi mendekati garis kondisi air siap tersedia. Hal serupa juga terjadi pada tanah litosol pada bulan Maret – Mei. Pada tanah regosol ketersediaan air cukup aman, namun perlu diperhatikan pada fase akhir pertumbuhan hampir mendekati garis kondisi air siap tersedia.
Copyrights © 2018