Latar Belakang: kronotipe merupakan pilihan subyektif ritme bangun– tidur seseorang sebagai representasi ritme sirkadian internaldengan ritme siang malam rotasi bumi. Alat ukur kronotipe yang adadikembangkan dari masyarakat barat di daerah sub tropis dengankultur yang berbeda. Hingga saat ini belum ada alat ukur kronotipeyang mencerminkan kultur siklus bangun – tidur komunitas Muslimyang lebih dipengaruhi oleh jam sholat. Daerah katulistiwa memilikikeunikan dimana tidak terdapat perbedaan signifikan sepanjang tahunantara panjang siang dengan malam.Tujuan: mengembangkan alat ukur kronotipe bagi komunitas Muslimyang tinggal di daerah katulistiwaMetode: pengembangan alat ukur kronotipe komunitas Muslimmengacu pada alat ukur kronotipe yang ada [Horne Ostberg], denganmenyesuaikan kebiasaan ritme bangun dan tidur komunitas Muslimdengan mengacu pada jam sholat. Alat ukur kronotipe berbasis waktusholat yang dihasilkan direview oleh sejawat dokter Muslim yangmenggunakan bahasa sehari-hari bahasa Indonesia. Uji realibilitasdengan melibatkan 116 responden [75 wanita dan 41 pria] mahasiswakedokteran preklinik dan profesi dengan rentang usia 18 – 25 tahun.Hasil: Dari analisis statistik didapatkan nilai alpha cronbach sebesar0.741, berarti mempunyai reliabilitas baik.Kesimpulan: Alat ukur kronotipe berbasis waktu sholat memilikivaliditas dan reliabilitas yang baik.
Copyrights © 2020