Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab utama terjadinya infeksi secara global. Staphylococcus aureus mampu menghasilkan enzim ?-laktamase yang dapat mengakibatkan resistensi. Daun salam mengandung zat aktif yang memiliki sifat antibakteri seperti tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Tiap bakteri dibagi menjadi 5 kelompok, cefazoline sebagai kontrol positif, CMC 1% sebagai kontrol negatif, ekstrak 5%, 10%, dan 20% sebagai kelompok perlakuan. Zona hambat disekitar sumuran diukur menggunakan jangka sorong. Hasil: Zona hambat terhadap Staphylococcus aureus terbentuk pada konsentrasi 5% sebesar 10,5?+-0.44 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 12,25+- 0,47 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 16,58+-0,89 mm. Analisis statistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,00 pada masing-masing bakteri. Kesimpulan: Fraksi daun salam (Syzygium polianthum [Wight.] Walp.) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan secara statistik terhadap Staphylococcus aureus.
Copyrights © 2021