Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara berbagai faktor risiko karies dengan status DMF-T pada anak penderita autism spectrum disorders (ASD). Studi dilakukan secara cross-sectional terhadap 56 siswa di Yayasan Darul Fikri Makassar pada bulan Januari-Mei 2024. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan klinis, pengukuran pH saliva, serta kuesioner terkait perilaku perawatan gigi dan konsumsi makanan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pH saliva dan kunjungan rutin ke dokter gigi dengan status DMF-T (p<0,05), sedangkan faktor sosial ekonomi, konsumsi gula, frekuensi menyikat gigi, dan penggunaan pasta gigi fluoride tidak menunjukkan hubungan signifikan. Disimpulkan bahwa pH saliva dan kunjungan rutin ke dokter gigi penting dalam pencegahan karies pada anak ASD.
Copyrights © 2025