Pendahuluan: Peningkatan kasus penyakit diabetes melitus harus didukung dengan penyediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit yang telah direncanakan secara tepat, salah satunya dengan metode analisis ABC. Analisis ABC menunjukkan frekuensi pemesanan dan prioritas pemesanan berdasarkan nilai pakai dan nilai investasi di instalasi farmasi rawat jalan RSU X Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan analisis deskriptif menggunakan data kuantitatif. Data diperoleh dari telaah dokumen yaitu daftar nama obat, data pemakaian dan harga obat antidiabetes, dan kartu stok periode JanuariDesember tahun 2021. Hasil: Jumlah obat antidiabetes yang dianalisis berjumlah 33 item obat. Hasil menunjukkan analisis ABC nilai pakai Kelompok A 68,38% (3 item); kelompok B 20,07% (6 item); dan kelompok C 11,55% (24 item). Hasil analisis ABC nilai investasi pada Kelompok A terdiri dari 2 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp 769.097.629 (66,22%); Kelompok B terdiri dari 4 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp 258.609.677 (22,27%); dan Kelompok C terdiri dari 27 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp 133.637.258 (11,51%) dari total nilai investasi sebesar Rp 1.161.344.564. Simpulan: Hasil dari analisis ABC nilai pakai kelompok A (68,38%), kelompok B (20,07%) dan kelompok (11,55%) serta nilai investasi kelompok A (66,22%), kelompok B (22,27%), dan kelompok C (11,51%).
Copyrights © 2023