ABSTRAK Penolakan atau kurangnya penerimaan keluarga terhadap pasien halusinasi yang dirawat inap di rumah sakit jiwa masih menjadi salah satu masalah dalam penanganan pasien halusinasi. Penolakan dari keluarga mengakibatkan pasien tidak dapat berfungsi secara sosial dan bergantung pada orang lain. Program kunjungan rumah dapat menjadi sarana penghubung antara petugas kesehatan dengan pasien atau keluarga, sehingga secara efektif mencapai pelayanan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh home visit perawat terhadap kemampuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design dengan jumlah sampel sebanyak 16 responden dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kemampuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi sebelum melakukan home visit sebanyak 10 responden (62,5%) dalam kategori kurang dan kemampuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi setelah home visit sebanyak 14 responden (62,5%) dalam kategori baik. Hasil Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh P-value = 0,000 < α 0,05 artinya ada pengaruh home visit perawat terhadap kemampuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi. Disarankan kepada keluarga yang memiliki keluarga dengan halusinasi untuk ikut aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan cara merawat keluarga dengan halusinasi seperti penyuluhan. Kata Kunci: Kunjungan Rumah, Kemampuan Keluarga, Halusinasi
Copyrights © 2023