Pendahuluan: Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang dipicu oleh infeksi virus dengue (DBD). Manusia tertular DBD melalui gigitan nyamuk Aedes betina pembawa DENV, termasuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti (Sutriyawan, Aba, and Habibi 2020). Gejala klinis yang ditimbulkan pada DBD adalah nyeri otot dan persendian, sakit kepala, mual muntah, ruam pada kulit dan suhu tubuh yang meningkat kadang-kadang disertai menggigil. Suhu tubuh yang meningkat disebut sebagai kondisi Hipertermi. Hipertermi mempunyai bahaya yang mengancam apabila tidak segera ditangani. Dapat menyebabkan syok, epilepsi, retardasi mental atau ketidakmampuan belajar. Untuk menangani hipertermi, pasien perlu diberikan intervensi kompres hangat. Kompres hangat adalah tindakan yang dilakukan dengan memberikan kompres hangat untuk kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri,mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot, dan memberikan rasa hangat. Tujuan: Penulisan Karya Ilmiah Akhir-Ners (KIAN) ini bertujuan untuk mengenganalisis pengaruh pemberian terapi relaksasi kompres hangat terhadap hipertermi pada pasien Demam Berdarah di ruang Durian (Ruang Rawat Anak) RSUD Kabupaten Klungkung. Gambaran Kasus: Karya Ilmiah ini menggunakan 1 Pasien anak dimana pasien tersebut merupakan pasien demam berdarah, karena proses penyakit akibat virus dengue, pasien mengalami kondisi hipertermi. Hasil: Pada Karya Ilmiah ini menggunakan intervensi nonfarmakologi berupa kompres hangat yang di implementasikan pada pasien demam berdarah dengan hipertermi, di implementaskan selama 3x24 jam sehingga evaluasi yang didapatkan yaitu demam dapat menurun. Rekomendasi: Terapi Kompres hangat bekerja secara langsung di hipotalamus dengan menurunkan panas, selain itu kompres hangat juga berperan dalam menurunkan nyeri yang ditimbulkan saat pasien demam.
Copyrights © 2023