Pendahuluan : Bencana banjir menimbulkan berbagai macam dampak salah satunnya gangguan psikologis seperti ansietas, stres, depresi hingga trauma. Ganggua psikologis yang terus menerus berlanjut akan mengakibatkan Post Traumatic Stres Disorder (PTSD). Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk dapat bertahan dalam keadaan tertekan dan mampu mengatasinya sehingga harus bangkit dari tekanan yang di alami. Resiliensi sangat penting di miliki oleh masyarakat agar dapat menghadapi bencana dengan baik melalui adaptasi, strategi koping untuk mengatasi masalah sehingga dapat segera bangkit dari pasca bencana. Metode : Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan deskriptif survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Joyotakan Rw 5 dengan jumlah populasi sebanyak 1.572. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin mendapatkan jumah 94 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner CD RISC-25 yang terdiri dari 25 pertanyaan menggunakan lembar kuesioner. Hasil : hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 46 (48.9%) responden memiliki resiliensi yang kurang, untuk kategori cukup berjumlah 40 (42.6%), untuk kategori baik berjumlah 6 (6.4%), dan kategori sangat baik hanya berjumlah 2 (2.1%). Simpulan : Tingkat resiliensi masyarakat RW 05 Kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan tergolong masih rendah dengan presentasi 48,9%.
Copyrights © 2023