Latar belakang: : Program Gerobak Cinta merupakan konsep Pemberian Makanan Tambahan Terfokus kepada Balita usia 6-9 bulan selama 90 hari dengan memanfaatkan pangan lokal bergizi. Puskesmas Pembantu Leraboleng merupakan salah satu wilayah yang menjalankan program Gerobak Cinta sejak tahun 2018 tetapi sampai dengan tahun 2022 angka kejadian stuntingnya masih tergolong tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam terkait gambaran Program Gerobak Cinta di Pustu Leraboleng, berdasarkan komponen input, process dan output. Metode :Â Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pihak yang terlibat langsung dalam program. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan model Miles and Hubarman. Hasil: Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan program Gerobak Cinta telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dalam Perbup Flores Timur No.27 Tahun 2019 tetapi masih ada kendala yang ditemukan yaitu pada komponen Input, orangtua dan kader belum mendapatkan pendidikan dan pelatihan, pada komponen Process masih ada orangtua yang tidak membawa anaknya ke Posyandu, orangtua menolak menjadi sasaran PMT, orangtua tidak memiliki catatan harian tentang daya terima makan anak dan terdapat anggota keluarga yang ikut mengkonsumsi makanan PMT dan untuk komponen Output terjadi trend fluktuatif pada angka kejadian stunting dari tahun 2018 sampai tahun 2022. Kesimpulan: pelaksanaan Gerobak Cinta di Pustu Leraboleng belum optimal.
Copyrights © 2023