Tasawuf sering kali dianggap bertentangan dengan fiqih, padahal tasawuf dan fiqih ibarat dua sisi mata uang yang jika dihilangkan salah satunya maka tidak lagi memiliki nilai. Dewasa ini muncul fenomena di sekitar penulis di mana terdapat oknum yang tidak menjalankan puasa dengan dalih telah mencapai maqam tasawuf yang tinggi. Sebaliknya terdapat oknum yang menjalankan puasa sekedar untuk menggugurkan kewajiban. Namun mereka tetap melakukan perbuatan yang dibenci Allah meski tidak membatalkan puasa. Semoga dengan datangnya artikel dapat memberikan pengetahuan baru di mana tasawuf dan fiqih merupakan dua kesatuan yang tidak sepantasnya dipisahkan. Karena sesungguhnya puasa ditujukan untuk menghilangkan kemelekatan badan dari nafsu-nafsu yang mengganggu. Sehingga tidaklah benar jika seseorang tidak berpuasa kemudian mengaku telah sampai kepada tingkatan pengetahuan tasawuf yang tinggi. Karena Rasulullah yang merupakan sosok yang paling sufi saja masih menjalankan puasa sebagaimana umat Islam pada umumnya.
Copyrights © 2023