Siaran pers dari Pemerintah Indonesia untuk mengakhiri kerja sama REDD+ dengan Norwegia pada 10 September 2021 telah memunculkan tanda tanya terkait keseriusan Pemerintah Indonesia untuk menepati komitmennya melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca yang berasal dari deforestasi dan degradasi lahan. Berbagai diskursus muncul pada siaran pers Pemerintah Indonesia dan artikel berita saat membahas pengakhiran kerja sama REDD+ tersebut. Dengan menggunakan metode konsep dasar dan konsep efektivitas rezim, studi ini bertujuan untuk menginvestigasi diskursus yang muncul pada periode awal berakhirnya perjanjian tersebut. Dalam studi ini ditemukan bahwa diskursus terkait emisi yang berasal dari sektor energi tidak ditemukan dalam sumber data meskipun sektor energi menjadi penyumbang emisi terbesar. Lebih lanjut, studi ini juga menemukan bahwa salah satu alasan dibalik keputusan Pemerintah Indonesia untuk mengakhiri perjanjian REDD+ dikarenakan Pemerintah Norwegia tidak memenuhi konsep efektivitas rezim meskipun Pemerintah Indonesia telah memenuhi berbagai capaian dan persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian
Copyrights © 2023