This study explores Islamic identity on the North Coast of Java Island through a socio-intellectual historical approach, with a focus on investigating Sufistic symbols contained in the Sejatiné Manusa (SM) manuscript. The discovery of this manuscript in the village of Drajat, Lamongan, East Java, challenges the common view of Islam in the coastal area. In particular, the conception states that Javanese Islam in general has a syncretic style mixed with Hindu-Buddhist teachings and local religions. Instead, this study reveals a distinctive Islamic identity by adopting local elements that are in line with Islamic teachings and continue to experience dynamic transformation. By emphasizing the objectivity and historical authenticity of the manuscripts, this research provides valuable insights into Islamic heritage in coastal areas. Studi ini menggali identitas Islam di Pesisir Utara Pulau Jawa melalui pendekatan sejarah sosial-intelektual, dengan fokus pada penyelidikan simbol-simbol sufistik yang terdapat dalam naskah Sejatiné Manusa (SM). Penemuan naskah ini di desa Drajat, Lamongan, Jawa Timur, menantang pandangan umum tentang Islam di wilayah pesisir. Khususnya konsepsi yang menyatakan bahwa Islam Jawa pada umumnya bercorak singkretik yang bercampur dengan ajaran Hindu-Budha dan agama lokal. Sebaliknya, studi ini mengungkap identitas Islam yang khas dengan mengadopsi unsur-unsur lokal yang sejalan dengan ajaran Islam dan terus mengalami transformasi dinamis. Dengan menekankan objektivitas dan otentisitas kesejarahan naskah, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang warisan Islam di wilayah pesisir.
Copyrights © 2023