Limbah cair batik memberikan dampak negatif ke lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik akibat pewarna sintetis yang sulit diuraikan. Pengolahan limbah batik perlu dilakukan sebelum dibuang ke lingkungan, salah satunya secara biologi baik dengan proses anaerobik maupun aerobik. Penelitian ini menggunakan Sequencing Batch Reactor dan media imobilisasi yaitu bioball dengan waktu siklus 6 jam untuk mengetahui efisiensi penyisihan Chemical Oxygen Demand (COD) dan konsentrasi warna. Penelitian dilakukan berdasarkan 2 skenario yaitu tanpa media imobilisasi ¬dan menggunakan media imobilisasi. Penggunaan media bioball sejumlah 30, 50 dan 75 buah. Hasil MLSS untuk tanpa media, dan dengan media bioball sejumlah 30, 50, dan 75 buah adalah 3,75 g/L, 3,44 g/L, 3,20 g/L, dan 2,18 g/L. MLSS semakin menurun akibat adanya penempelan lumpur pada celah-celah bioball. Penambahan bioball membuat kemampuan kualitas pengendapan lumpur meningkat dengan nilai Sludge Volume Index (SVI) baik yaitu SVI5 51 ml/g dan SVI30 30 ml/g pada jumlah bioball 75 buah. Pengolahan limbah cair dengan cara ini mampu dalam penyisihan warna hingga 31% dan penyisihan COD hingga 90% pada penggunaan jumlah bioball 50 buah. Pengolahan limbah cair batik ini tergolong baik dalam penyisihan kandungan COD dan warna pada jumlah media 50 buah bioball.
Copyrights © 2023