Kebakaran hutan merupakan bencana yang dapat terjadi akibat adanya kondisi lingkungan yang mendukung salah satunya adalah kejadian El Nino atau kondisi iklim yang ekstrem. salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya iklim yang ekstrem adalah curah hujan. kebakaran hutan di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia yang didukung dengan kondisi iklim yang ekstrem. Kawasan hutan yang berpotensi untuk dapat terjadinya kebakaran hutan antara lain adalah kawasan konservasi yang sangat erat hubungannya dengan aktivitas manusia. Kawasan konservasi yang erat dengan hubungannya manusia antara lain adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). TNBTS mempunyai fungsi kawasan konservasi serta fungsi kawasan sebagai kawasan wisata. Adanya manusia yang menjadi turis atau pengunjung di lokasi kawasan konservasi menyebabkan peluang terjadinya kebakaran hutan di kawasan konservasi yang didukung dengan kondisi iklim yang ekstrem. TNBTS mempunyai pola curah hujan dengan curah hujan terendah berada pada bulan Mei-Jun-Jul-Agu-September, sedangkan tertinggi pada Nov-Des-Jan-Feb-Mar. Pada saat terjadi curah hujan yang rendah dapat menyebabkan kawasan TNBTS rawan terbakar, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan pada bulan sebelum terjadinya musim kemarau. Pencegahan sebagai upaya pengendalian kebakaran hutan dapat dilakukan dengan menjaga kawasan lebih ketat pada awal musim kemarau yaitu pada bulan Mei. Berdasarkan data hotspot kejadian kebakaran dari tahun 2001-2020 yang paling banyak terjadi yaitu pada lain sebagai Nasional 2001, 2014 dan 2019. Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan data bahwa tidak semua titik hotspot dapat dinyatakan sebagai kejadian kebakaran melainkan panas yang dihasilkan dari kawah gunung Semeru yang ada di lokasi TNBTS. Kata kunci: Bromo Tengger Semeru, Kebakaran hutan, Kawasan Konservasi, Hotspot, Taman Nasional
Copyrights © 2023