Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Vol. 1 (2021): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara

Tantangan dan Upaya Pelestarian Gamelan Gambang di Masa Depan

I Nyoman Mariyana (Institut Seni Indonesia Denpasar)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2021

Abstract

Perkembangan gamelan Bali memang sudah luar biasa. Penyebarannya dari pelosok daerah hingga manca negara. Produksi gamelan kian tahun semakin meningkat, apalagi dengan merebaknya bantuan sosial yang dihibahkan ke masyarakat. Secara kuantitas, jumlahnya semakin menjamur, begitu juga antusiasme generasi muda dalam memainkannya. Sungguh sangat piawi dan apiknya. Namun, tidak begitu halnya dengan apa yang terjadi pada gamelan Gambang. Gamelan Gambang merupakan salah satu gamelan Bali yang tergolong tua. Gamelan Gambang diperkirakan sudah ada pada abad ke-11 masehi, yaitu pada masa pemerintahan Prabu Erlanggga di Jawa Timur. Pada salah satu relief Candi Penataran di Jawa Timur, terdapat seorang pendeta yang sedang mengajar muridnya menabuh Gambang (bentuk seperti gambang Bali). Sebagai gamelan yang tergolong tua, kondisinya kian mengkawatirkan. Di beberapa kelompok Gambang, masih banyak instrument Gambang yang terlantarkan, “krisis” pemain, hingga hilangnya gending-gending Gambang yang menjadi identitas daerahnya. Ini merupakan tantangan bagaimana kita membangkitkan dan menjaga kesenian ini agar nantinya tidak sekedar nama bahkan yang lebih mengkawatirkan generasi kedepan belajar Gambang di dunia Barat. Menyikapi hal tersebut, maka diperlukan upaya pelestarian gamelan Gambang untuk menjaga eksistensinya di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mempergunakan jenis metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dengan observasi, wawancara, discografi, dan dokumentasi. Melalui metode tersebut maka dapat dilakukan beberaka upaya untuk menjaga pelestarian gamelan Gambang di masa depan, yakni dengan selalu menggunakan gamelan Gambang dalam berbagai aktivitas ritual sesuai fungsi di daerahnya, penanaman mitos sebagai penguat nilai didalamnya, merekontruksi gamelan dan regenerasi pemainnya, dan sinergi peran serta pemerintah dalam memajukan kesenian Gambang sebagai kearifan lokal yang adi luhung melalui kegiatan workshop maupun pelatihan-pelatihan.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

bdw

Publisher

Subject

Arts

Description

Seminar Nasional Republik Seni Nusantara adalah sebuah forum akademis yang membahas berbagai aspek seni dan budaya Nusantara. Dalam prosiding ini, para peneliti dan akademisi berkumpul untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka mengenai seni dan budaya, dengan fokus khusus pada konteks Republik ...