Perdarahan intrakranial adalah perdarahan di dalam tulang tengkorak dan perdarahan bisaterjadi didalam otak atau sekeliling otak, setiap perdarahan akan menimbulkan kerusakanpada sel-sel otak. Berdasarkan data Instalasi Rekam Medis RSUD Dr. M.Yunus Bengkuluperdarahan intrakranial merupakan kasus kematian tertinggi pada tahun 2018 dengan kodediagnosis penyebab utama kematian adalah I62. Namun masih terdapat ketidaktepatan kodediagnosis penyebab utama kematian. Hal ini disebabkan oleh adanya berkas rekam medisyang tidak terulis diagnosanya oleh dokter dan ada berkas rekam medis yang tidak dikodeoleh coder, hanya ada SOP koding secara umum, serta belum pernah dilakukannya auditcoding di Instalasi Rekam Medis RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui sistem pengkodean diagnosis penyebab utama kematian pada pasien perdarahanintrakranial di RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu Tahun 20. Jenis penelitian yang digunakanpada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasionaldan wawancara dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahberkas rekam medis pasien meninggal karena perdarahan intrakranial sebanyak 68 berkasrekam medis dengan sampel total populasi, menggunakan data primer dan data sekunderyang diolah secara univariat. Hasil analisa data, pelaksanaan pengkodean di RSUDDr.M.Yunus Bengkulu belum menggunakan ICD-10 Volume 2, ketepatan kode diagnosispenyebab utama kematian pada pasien poerdarahan intrakranial sebanyak 51 berkas (75%)dan tidak tepat sebanyak 17 berkas (25%) dan Faktor-faktor yang mempengaruhiketidaktepatan kode diagnosis penyebab utama kematian pada pasien perdarahan intrakranialyang meliputi Man; coder belum mengikuti workshop/pelatihan kaidah koding. Mechine;tidak adanya table Medical Mortality Data Sheet (MMDS) untuk membantu dalam penetapankode penyebab kematian. Methode; tidak adanya Standar Oprasional Prosedur (SOP) tentangsebab utama kematian.
Copyrights © 2019