Artikel ini mengkaji tantangan akademisi dalam berhadapan dengan masyarakat umum untuk mendeskripsikan langkah kongkrit dalam kebutuhannya terhadap hadis Nabi. Masyarakat tidak hanya dihadapkan pada status-status hadis, tetapi juga persoalan pemahaman, pencarian, kitab-kitab dan sebagainya. Oleh karena itu, tujuan utama tulisan ini mencoba melihat desain sederhana dalam mengkaji dan mengamalkan hadis sehingga memudahkan masyarakat umum untuk berinteraksi dengan hadis. Menjawab pertanyaan tersebut, kajian ini menggunakan kajian kepustakaan dengan pendekatan analisis wacana. Kajian ini menunjukkan bahwa langkah mudah dan praktis untuk masyarakat umum adalah pencarian hadis melalui aplikasi atau web penyedia layanan takhrīj secara cepat dan friendly penggunaannya. Perlu adanya gerakan penyadaran bahwa hadis diriwayatkan secara umum tidak tunggal; baik lafal, periwayatannya maupun matannya. Langkah tersebut dapat dilaksanakan dengan i’tibār al-Sanad. Masyarakat juga perlu ditekankan adanya tolak ukur status hadis yang telah ditetapkan oleh para muḥaddiṡīn; baik dari status sanad maupun matannya. Dua pokok tersebut tidak dapat dipisahkan karena bagian integral dari kajian hadis Nabi.
Copyrights © 2022