Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan menentukan subsektor pertanian unggulan di kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dan kondisi subsektor pertanian unggulan kabupaten/ kota sebagai daerah utama di Provinsi Bengkulu sebelum dan sesudah perluasan wilayah. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), analisis Shift-Share analysis (SS) dan Overlay. Penelitian ini menggunakan data sekunder PDRB Bruto (PDRB) kabupaten/kota dan Provinsi Bengkulu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2014 berdasarkan harga dasar konstan. Berdasarkan analisis overlay, subsektor peternakan dan subsektor tanaman perkebunan adalah subsektor unggulan. Subsektor peternakan terkemuka, subsektor maju, memiliki daya saing di Kota Bengkulu dan Kaur. Di Bengkulu Selatan, sebelum wilayah ekspansi, subsektor perikanan menjadi satu-satunya subsektor unggulan pertanian. Setelah ekspansi, subsektor pertanian terkemuka meningkat ke subsektor perikanan dan subsektor peternakan. Di Rejang Lebong, subsektor tanaman pangan tetap merupakan subsektor unggulan pertanian sebelum dan sesudah melakukan ekspansi. Sementara di Bengkulu Utara, sebelum perluasan areal subsektor peternakan sebagai subsektor unggulan pertanian. Saat melakukan ekspansi, posisi subsektor peternakan digantikan oleh subsektor perikanan.
Copyrights © 2017