Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon tanaman seledri apabila pupuk anorganik dikurangi dan disubsitusi dengan limbah padat pabrik kelapa sawit decanter cake. Penelitian ini dilakukan di Lahan Petani di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu decanter cake dan pupuk anorganik (NPK) terdiri dari 7 taraf, yaitu : Pupuk NPK 100% (sesuai anjuran 200 kg urea/ha, 150 kg/ha SP-36, 200 kg/ha KCl), decanter cake 15 ton/ha, 20 ton/ha, decanter cake 15 ton/ha + 75% dosis NPK ( Pengurangan 25% dosis NPK), decanter cake 15 ton/ha + 50% dosis NPK (Pengurangan 50% dosis NPK), decanter cake 20 ton/ha + 75% dosis NPK (Pengurangan 25% dosis NPK), decanter cake 20 ton/ha + 50 % dosis NPK (Pengurangan 50% dosis NPK). Penelitian ini menggunakan empat ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang per rumpun, bobot segar per tanaman dan Laju Tumbuh Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon tanaman terhadap pengurangan pupuk anorganik 50 persen yang disubsitusi dengan decanter cake 15 ton per hektar memberikan bobot basah tanaman, jumlah daun dan jumlah batang seledri tertinggi. Untuk parameter tinggi tanaman dan laju tumbuh tanaman tertinggi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara 15 ton per hektar dan 20 ton perhektar dari decanter cake pada pengurangan pupuk NPK 50 persen.
Copyrights © 2019