Perbanyakan kantong semar secara in vitro masih terbatas menggunakan biji, sedangkan metode perbanyakan in vitro menggunakan eksplan daun untuk embriogenesis, organogenesis, dan kultur kalus masih belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah melihat respon pertumbuhan eksplan daun pada dua jenis kantong semar (Nepenthes gracilis dan Nepenthes reinwardtiana) yang membentuk kalus pada beberapa kombinasi media perlakuan. Potongan daun diambil dari kultur kantong semar yang berumur 4 bulan dikulturkan pada media modifikasi Murashige & Skoog setengah konsentrasi (1/2 MS) yang ditambahkan 2.4-Diklorofenoksiasetat (2.4-D) dengan konsentrasi 0, 0.5, 1, 1.5, dan 2 mg L-1 dan kinetin (0.5 mg L-1). Perlakuan kemudian disimpan dalam lingkungan gelap untuk menginduksi pembentukan kalus. Hasil pengamatan selama 12 minggu menunjukkan bahwa waktu mulai terbentuk kalus pada kedua jenis kantong semar yang diamati tidak berbeda nyata. Kedua jenis kantong semar mulai membentuk kalus pada minggu keempat setelah perlakuan. Eksplan daun yang ditanam pada media kontrol tanpa hormon tidak ada yang membentuk kalus. Media terbaik untuk induksi kalus pada N. gracilis adalah media ½ MS yang ditambahkan 2 mg L-1 2.4-D dan 0.5 mg L-1 kinetin, dengan morfologi kalus berwarna putih kecoklatan dengan tekstur remah. Sedangkan media induksi kalus pada N. reinwardtiana menggunakan eksplan daun belum didapatkan, sehingga penelitian lanjutan masih perlu dilakukan.
Copyrights © 2021