Hipertensi adalah penyakit urutan pertama dengan masalah terbanyak yang dialami lansia setelah itu diikuti oleh penyakit atritis, diabetes melitus, penyakit jantung dan stroke. Berdasarkan data WHO periode 2015-2020 sekitar 1,13 miliar orang didunia mengalami hipertensi, itu berarti 1/3 penduduk didunia di diagnosis hipertensi. Berdasarkan Kementerian kesehatan tahun 2018 menyebutkan prevalensi di Indonesia meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Kejadian hipertensi karena pengaruh stres dapat terjadi melalui aktivitas saraf simpatik yang sedang bekerja pada saat melakukan aktivitas. Peningkatan aktivitas saraf simpatik menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posbindu Kenanga Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian ini adalah pendekatan analitik cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini 91 responden dengan teknik sampling menggunakan non probabilitas dengan model consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan sejak Juli-Agustus 2023 dengan kuesioner Depression Anxiety Scales (DASS 21). Analisis data dilakuakn secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa adanya hubungan bermakna dengan P-value 0,000<0,05 sehingga H0 ditolak.
Copyrights © 2024