Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) adalah tolok ukur atau acuan yang digunakan sebagai pedoman dasar penegakan diagnosis keperawatan dalam rangka memberikan asuhan keperawatan yang aman, efektif dan etis. Penegakan diagnosis keperawatan membutuhkan standar yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, termasuk standar klinis yang telah dibakukan agar tindakan yang diberikan kepada klien dapat dibandingkan dalam hal efektivitas intervensi yang diberikan pelatihan untuk perawat terkait pedoman Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) belum optimal sehingga berdampak kepada system pemberian asuhan keperawatan tidak maksimal dan dapat mengakibatkan rendahnya mutu asuhan keperawatan di puskesmas yang akan mempengaruhi penerapan nilai-nilai profesional seorang perawat secara komprehensif Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan SDKI terhadap pemberian asuhan keperawatan di Puskemas, Kabupaten Bolaang Mongondow. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, desain penelitian pra eksperimen One Group Pre-Test Post-Test Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh tenaga keperawatan yang bekerja di Puskesmas Kabupaten Bolaang Mongondow yaitu sejumlah 306 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 75 orang tenaga keperawatan dengan kriteria inklusi belum pernah mengikuti pelatihan SDKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah melakukan pelatihan SDKI yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi berkisar sig.2-tailed (0.000 < 0.5). Hal ini juga dapat dilihat dari perolehan nilai Pretest sebelum dilakukan pelatihan SDKI diperoleh nilai mean berkisar 46.7% sedangkan setelah dilakukan pealtihan SDKI diperoleh nila mean berkisar 85.0%. kedepan perlu adanya pelatihan SKDI tingkat provinsi untuk meningkatkan sistem pemberian asuhan keperawatan.
Copyrights © 2023