Antropometri adalah salah satu terapan dari antropologi biologi yang mempelajari metode pengukuran manusia. Antropometri dapat dimanfaatkan dalam konteks arsitektur, terutama terkait dengan fungsionalitas dan kenyamanan manusia dalam ruang tertentu. Dengan metode telaah pustaka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi antropometri dalam arsitektur, mulai dari arsitektur rumah adat, arsitektur ramah anak, arsitektur ruang publik, dan arsitektur ramah lansia. Setelah meninjau 15 sumber literatur dan menggolongkannya dalam lima subbab, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan antropometri terbukti sangat berguna dalam konteks arsitektur karena berkaitan erat dengan kenyamanan pengguna dan pemanfaatan ruang secara optimal. Pendekatan antropometri bisa dijadikan referensi untuk menilai apakah suatu objek arsitektur dapat menciptakan kenyamanan bagi manusia. Tidak hanya di bangunan modern, bangunan tradisional juga dibangun dengan prinsip antropometri tradisional yang unik dari satu kebudayaan dengan yang lainnya. Perlu digarisbawahi bahwa studi mengenai antropometri dalam konteks arsitektur nampaknya sedang populer di Indonesia, terlihat dari tahun publikasi yang relatif baru (10 tahun terakhir). Sayangnya, masih banyak bangunan-bangunan yang tidak menerapkan konsep ergonomi yang sesuai dengan antropometri, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam beraktivitas. Penulis merekomendasikan perluasan penelitian antropometri dan ergonomi dalam konteks arsitektur untuk mengevaluasi aspek kenyamanan pengguna dalam ruang-ruang arsitektur tertentu.
Copyrights © 2023