TEKNIK
Vol 44, No 2 (2023)

Analisis Kestabilan Lereng untuk Evaluasi Geometri Lereng Menggunakan Metode RMR, SMR, dan Morgenstern-Price pada Pit C2 dan C4 Tambang Timah Terbuka Blok Mayang PT Menara Cipta Mulia, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung

Zulfa Nindya Salsabila (Department of Geological Engineering, Universitas Diponegoro)
Thomas Triadi Putranto (Department of Geological Engineering, Universitas Diponegoro)
Najib Najib (Department of Geological Engineering, Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2023

Abstract

Aktivitas penambangan timah yang dilakukan dengan sistem tambang terbuka dapat membentuk dan mengubah dimensi lereng, sehingga mempengaruhi kestabilan lereng dan meningkatkan adanya risiko terjadinya suatu longsoran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi teknik, kondisi massa batuan, mencari nilai faktor keamanan lereng dan memberikan rekomendasi geometri lereng menurut kriteria minimum nilai Faktor Keamanan (FK) ≥1,25. Analisis stabilitas lereng perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya longsor. Daerah penelitian merupakan wilayah dengan material kompleks, sehingga pada penelitian ini analisis kestabilan lereng dilakukan dengan menggabungkan metode klasifikasi massa batuan Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR) serta perhitungan nilai Faktor Keamanan (FK) menggunakan metode Morgenstern-Price dengan pendekatan kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown dan Mohr-Coulomb. Hasil analisis didapatkan tiga zona geologi teknik, yaitu meta batupasir-meta batulempung, batupasir lanauan, dan batulempung pasiran. Kondisi massa batuan menurut nilai RMR termasuk kedalam kelas sedang hingga baik dan memiliki nilai SMR dengan stabilitas stabil sebagian. Daerah yang berpotensi longsor, yaitu STA 2 pada lereng B-B’ tipe longsor jungkiran, serta STA 3 pada lereng C-C’ dan STA 4 pada lereng  D-D’ tipe baji. Menurut nilai FK terdapat 2 lereng tidak stabil saat kondisi jenuh sebagian, yaitu lereng A-A’ dan lereng B-B’. Geometri lereng yang direkomendasikan, yaitu dengan lebar minimal 2/3 tinggi, dimana pada kondisi jenuh sebagian lereng tunggal sudut 35 - 400, tinggi 5 m, dengan lereng keseluruhan sudut 320 dan tinggi 16 m. Pada kondisi kering, sudut lereng tunggal 550, tinggi 6 m dengan lereng keseluruhan sudut 370 dan tinggi 15 m.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Engineering

Description

Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau ...