Hortikultura merupakan aktivitas budidaya tanaman kebun berupa buah, sayur, bunga, dan tanaman hias. Aktivitas ini melibatkan beragam kegiatan mulai dari pembibitan hingga pendistribusian masal. Alat angkut merupakan perlengkapan pengangkutan tanaman dalam rangka mendukung kelancaran proses tersebut. Berdasarkan studi awal, pemindahan tanaman masih dilakukan secara manual dengan pengangkatan kotak seberat 9-10 kg satu per satu. Kondisi ini mengakibatkan potensi ketidakefektifan dan ketidaknyamanan dalam proses kerja yaitu adanya keluhan pada bagian bahu kanan (29%), lengan bagian kiri atas (57%) dan kanan atas (71%), lengan kiri dan kanan bagian bawah (100%), pergelangan tangan kanan (57%), dan tangan kanan (43%). Dengan demikian, modifikasi alat angkut agar lebih ergonomis penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat angkut menggunakan prinsip ergonomi. Metode Quality Function Deployment (QFD) diterapkan untuk menentukan spesifikasi desain alat angkut agar sesuai dengan kebutuhan. Survey dilakukan untuk mengindentifikasi atribut kebutuhan pengguna. Uji statistik dilakukan untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian membuktikan desain rancangan adalah valid memenuhi apa yang diperlukan oleh pengguna pada tingkat signifikansi 5% yaitu nyaman, mudah digunakan, kuat, serta efektif. Desain yang dirancang mampu menurunkan risiko terjadinya sindrom musculoskeletal sebesar 60% dari berisiko tinggi menjadi rendah. Dengan demikian, desain yang dikembangkan menjadi lebih nyaman dan efektif untuk dioperasikan.
Copyrights © 2023