Suffering knows no boundaries; everyone can experience various hardships, including believers. The presence of suffering often leads believers to forsake God, posing a problem addressed in this research. The method used in this study is literature research, where the first thing explained is the understanding of suffering for believers, followed by the search for the meaning of "thorn in the flesh" using hermeneutic exegetical approach. The objective of this research is to provide a strong foundation for believers to endure and become resilient when facing suffering. The findings reveal that the "thorn in the flesh" experienced by the Apostle Paul refers to individuals who obstructed and disturbed his ministry, representing those who opposed him. As a result, Paul endured profound suffering. Paul's condition serves as an example of how unwavering faith and loyalty to God enable one to persevere and remain strong in the face of trials. His experience provides insights and inspiration for believers to overcome suffering with conviction and steadfastness in following God's calling. Penderitaan tidaklah pandang buluh, semua orang dapat mengalami banyak penderitaan termasuk Orang Percaya, dengan adanya penderitaan tidak jarang menjadikan Orang Percaya dapat meninggalkan Tuhan, hal tersebut merupakan persoalan yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, di mana pertama-tama yang dijelaskan adalah pengertian penderitaan Orang Percaya, pencarian makna “Duri Dalam Daging” dengan pendekatan eksegesis hermeneutik. Tujuan dari penelitian ini yaitu supaya Orang Percaya memiliki landasan yang kuat pada saat mengalami penderitaan maka dapat bertahan dan menjadi kuat. Adapun temuan dari penelitian ini adalah Duri dalam daging yang dimilik rasul Paulus itu merupakan orang-orang yang menghalangi dan mengacaukan pelayanan Rasul Paulus, mereka adalah orang-orang yang memusuhi Rasul Paulus. Karena mereka Rasul Paulus mengalami penderitaan yang begitu hebat. Kondisi Rasul Paulus tersebut memberikan contoh bagaimana iman yang teguh dan kesetiaan kepada Tuhan memungkinkan seseorang untuk tetap bertahan dan kuat dalam menghadapi cobaan. Kondisi Rasul Paulus memberikan wawasan dan inspirasi bagi Orang Percaya untuk mengatasi penderitaan dengan keyakinan dan keteguhan hati dalam mengikuti panggilan Tuhan.
Copyrights © 2023