Wacana tentang ruang dan waktu merupakan isu yang selalu menjadi polemik di kalangan banyak filsuf dan ilmuwan hingga saat ini. Mereka mencoba merumuskan ruang dan waktu secara subyektif. Karena sejatinya keberadaan setiap makhluk tidak akan pernah lepas dari segala macam dikotomi yang ada baik secara spasial maupun non-spasial. Rene Descartes, salah satu filsuf rasionalisme, mengemukakan pandangannya tentang ruang dan waktu yang berangkat dari konsep substansi. Konsep substansi itu sendiri dimaknai sebagai sesuatu yang berdiri sendiri tanpa bantuan apapun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dengan baik sekaligus membuka cakrawala berpikir dalam mengetahui dan memaknai keberadaan setiap makhluk dan segala aktivitasnya yang ada baik secara spasial maupun non-spasial. Penulisan jurnal ilmiah ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menggunakan studi pustaka. Sumber bacaan yang digunakan kemudian dikaji berdasarkan hubungannya dengan kajian fenomena yang dibahas dalam kerangka filsafat. Descartes dengan pemikirannya yang cemerlang telah membangun konsep rasionalitas yang sangat mengagumkan, terlihat dalam adagiumnya yaitu Cogito Ergo Sum yang digunakannya sebagai metode dalam mencari kepastian tentang pengetahuan yang mutlak. Melalui adagiumnya, Descartes kemudian dirangsang untuk berpendapat tentang ruang dan waktu yang bertitik tolak dari substansi. Substansi ini kemudian dibagi menjadi dua sifat utama oleh Descartes yaitu (Res Cogitans) merupakan substansi jiwa yang memiliki sifat spiritual dan tidak eksis secara spasial. Sedangkan (Res Ekstensa) adalah zat materi yang memiliki sifat ekspansif, dan ada secara spasial, atau selalu membutuhkan ruang. Dari dua substansi inilah yang membuat ruang dan waktu ada dalam terang rasionalisme Descartes.
Copyrights © 2023