Abstract. The K-02 city transport route is one of the longest route among the 78 city transport routes operating in Bekasi City. The K-02 city transport traverses densely populated residential areas, as well as the economic zone of Bekasi City. This makes the K-02 a representation of the characteristics of transport in Bekasi City. The decline in the fleet of the K-02 city transport has been a phenomenon that occurred from 2018 to 2022. The decrease in the number of K-02 city transport fleets was caused by several factors include the development of new transportation modes on the K-02 route and the ease of owning private vehicles, which made passengers feel safer, faster, and more comfortable using them. Based on this phenomenon, its important for evaluation of the performance of the K-02 city transport as one of the efforts to identify the root cause of the issues occurring with the K-02 city transport. This study uses a deductive method with user and regulator perspective, using performance measurement analysis, Likert scale, fleet requirements. From the performance measurement of K-02 city transportation, one of the five components tested was still in accordance with the standard, the other four deviated but were within reasonable limits. Regarding user satisfaction, four out of five components were assessed as unsatisfactory in terms of performance for city transport users, with scores below 50%. Considering the fleet requirements conditions, the K-02 city transport still needs six additional fleets to address the deviations in all five components that have occurred. Abstrak. Rute angkutan kota K-02 merupakan salah satu rute terpanjang dari 78 rute angkutan kota yang beroperasi di Kota Bekasi. Angkutan kota K-02 melintasi kawasan padat permukiman, serta kawasan perekonomian Kota Bekasi. Hal tersebut membuat angkutan kota K-02 dapat menggambarkan karakteristik angkutan Kota Bekasi. Penurunan armada angkutan kota K-02 merupakan fenomena yang telah terjadi semenjak 2018 hingga 2022, penurunan jumlah armada angkutan kota ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memungkinkan penumpang beralih moda seperti adanya perkembangan moda transportasi baru pada trayek K-02, dan kemudahan untuk memiliki kendaraan pribadi yang keduanya membuat penumpang merasa lebih aman, cepat dan nyaman ketika menggunakannya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja angkutan kota K-02 sebagai salah satu upaya dalam menemukan akar permasalahan dari fenomena yang terjadi pada angkutan kota K-02 tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deduktif dengan dengan sudut pandang dari sisi pengguna dan regulator dengan menggunakan analisis pengukuran kinerja, skala likert, dan kebutuhan armada. Pengukuran kinerja angkutan kota K-02 menghasilkan tingkat kesesuaian komponen pengukuran kinerja dengan standar hanya satu dari lima komponen yang diujikan pada angkutan kota, namun penyimpangan yang terjadi pada keempat komponen tersebut masih dapat ditolelir dengan rentang deviasi 0 hingga 17%. Pada tingkat kepuasan, empat dari lima komponen dinilai masih kurang memuaskan kinerjanya bagi pengguna angkutan kota dengan angka dibawah 50%. Dalam kondisi komponen – komponen yang diujikan tersebut, dan berdasarkan kebutuhan armada, angkutan kota K-02 masih membutuhkan 6 armada tambahan untuk dapat mengurai penyimpangan – penyimpangan dari kelima komponen yang terjadi tersebut.
Copyrights © 2023