Bandung Conference Series: Public Relations
Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations

Komunikasi Pemasaran Studio Foto melalui Media Sosial Instagram

Alsa Marwah (Prodi Public Relation, Fakultas Ilmu Komunikasi)
Yeni Yuniati (Prodi Public Relation, Fakultas Ilmu Komunikasi)



Article Info

Publish Date
02 Aug 2023

Abstract

Abstract. A photo studio is a place used by a photographer using a digital camera to be able to produce a photo with the addition of several tools available in the room. in this era of globalization, business in the field of photography is growing rapidly, especially in the photo studio business in the city of Bandung. The emergence of technological sophistication makes business people able to interact and communicate easily, especially in marketing communication. The existence of technological developments encourages social media as a medium in carrying out marketing activities, one of which is on social media Instagram. Instagram is a gathering place for people to interact with each other online and to promote, market, and sell certain products more easily. This research aims to find out the marketing communication of "Paradox" photo studio through Instagram social media. This research uses qualitative research methods with a case study approach. The theoretical concept used in this research is IMC (Integrated Marketing Communication) theory. The data that the author gets in this research is by conducting interviews with informants, observation and documentation. The results showed that "Paradox" photo studio conducts marketing communication through Instagram social media to consumers and potential consumers by creating behind the scene video content through the Instagram reels feature, and also utilizing the Instagram ads feature. This is done by "Paradox" photo studio to be able to build a brand image while providing trust and creating a good relationship with "Paradox" consumers/followers. Abstrak. Studio foto merupakan tempat yang digunakan oleh seorang fotografer dengan menggunakan camera digital untuk dapat menghasilkan sebuah foto dengan tambahan beberapa alat bantu yang tersedia di dalam ruangan tersebut. di era globalisasi ini bisnis di bidang fotografi sedang berkembang pesat terutama pada bisnis studio foto di kota Bandung. Munculnya kecanggihan teknologi membuat pelaku usaha bisnis dapat melakukan interaksi dan komunikasi dengan mudah, terutama dalam melakukan komunikasi pemasaran. Adanya perkembangan teknologi mendorong media sosial sebagai media dalam melakukan aktivitas pemasaran, salah satunya pada media sosial instagram. Instagram merupakan tempat perkumpulan orang-orang untuk saling berinteraksi secara online serta untuk mempromosikan, memasarkan, serta menjual suatu produk tertentu dengan lebih mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi pemasaran “Paradox” studio foto melalui media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori IMC (Integrated Marketing Communication). Data yang penulis dapat dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara kepada informan, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Paradox” studio foto melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram kepada konsumen maupun calon konsumen dengan membuat video konten behind the scene melalui fitur Instagram reels, dan juga memanfaatkan fitur Instagram ads. Hal tersebut dilakukan “Paradox” studio foto untuk dapat membangun brand image sekaligus memberikan kepercayaan serta terciptannya hubungan yang baik dengan konsumen/followers “Paradox”.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

BCSPR

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, ...