Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya penurunan risiko residivisme anak binaan pemasyarakatan melalui model pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Indonesia. Sistem pemasyarakatan di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam rehabilitasi anak binaan, yang dihadapkan pada risiko residivisme yang tinggi setelah pembebasan. Studi ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka untuk mengeksplorasi model pembinaan yang berfokus pada kebutuhan individu anak binaan dan menganalisis dampaknya pada tingkat residivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang berorientasi pada kebutuhan individu, pembinaan kepribadian, dan pembinaan keterampilan memainkan peran penting dalam menurunkan risiko residivisme. Namun, kendala yang dihadapi meliputi kurangnya sumber daya manusia, peralatan yang kurang memadai, dan faktor internal yang memengaruhi motivasi anak binaan. LPKA perlu meningkatkan fasilitas dan sumber daya serta memahami masalah yang dihadapi oleh anak binaan secara lebih mendalam. Dengan pendekatan holistik dan evaluasi yang cermat, risiko residivisme dapat diurangi secara signifikan, membantu anak binaan memulai kehidupan yang lebih positif setelah pembebasan.
Copyrights © 2023