Logika fuzzy, meski terbilang modern, sebenarnya telah menjadi bagian intrinsik dari pemikiran manusia sejak lama. Metode ini efektif dalam memetakan ruang input ke output. Studi ini menerapkan logika fuzzy dalam bentuk Fuzzy Inference System model Mamdani untuk menganalisis kerusakan lahan di Daerah Aliran Sungai Indragiri Hulu, wilayah yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Metode ini dirancang berdasarkan tiga variabel input (tingkat curah hujan, erosi sungai, luas lahan) dan satu variabel output (kerusakan lahan). Setiap variabel memiliki tiga himpunan fuzzy dan proses fuzzifikasi melibatkan 27 aturan fuzzy dengan defuzzifikasi menggunakan metode centroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih rata-rata antara perhitungan manual dan pengukuran sistem inferensi fuzzy yang dirancang hanya sebesar 0.99 poin dari lima sampel data. Ini menunjukkan bahwa pendekatan inferensi fuzzy dapat menjadi alat analisis yang efektif untuk optimasi pemanfaatan daerah aliran sungai.
Copyrights © 2023