Konsekuensi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) mempunyai resiko kematian yang lebih besar daripada bayi dengan berat badan normal. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa di negara berkembang maupun negara maju ada kaitan antara bayi berat lahir rendah dengan penyakit kronis pada masa dewasa. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2013 memberikan gambaran bahwa masalah gizi anak balita di Kabupaten Minahasa Selatan perlu mendapat perhatian serius, karena masih terdapat kasus gizi buruk-kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dan pengetahuan ibu dengan status gizi (BB/U) anak usia 6 - 24 bulan di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2015 menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Hasil pengujian dengan chi-square menunjukkan bahwa baik tingkat pendidikan ayah maupun tingkat pendidikan ibu tidak memiliki hubungan dengan status gizi anak. Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa nilai p = 0,434 untuk tingkat pendidikan ayah dan nilai p = 0,608 untuk tingkat pendidikan ibu dan keduanya memiliki nilai yang lebih besar dari nilai α (0,05). Pengetahuan ibu memiliki hubungan dengan status gizi anak dengan nilai p = 0,037 atau p < 0,05. Pengetahuan mempengaruhi perilaku seseorang, karena pemahaman tentang obyek sudah diketahui, dalam konteks penelitian ini pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi sudah memberikan pemahaman untuk bertindak.  Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ibu yang pengetahuannya baik (70,59 %) memiliki anak dengan status gizi baik, demikian juga sebaliknya. Kata Kunci: anak usia 6 - 24 bulan, pendidikan orang tua, pengetahuan ibu, status gizi
Copyrights © 2015